Kamis, 09 Agustus 2012

Penyerap karbon dioksida

Tanaman merupakan penyerap karbondioksida (CO2) di udara. Bahkan beberapa diantara tanaman-tanaman itu sangat jago, mempunyai kemampuan besar, untuk menyerap karbondioksida (CO2). Pohon trembesi (Samanea saman), dan Cassia (Cassia sp) merupakan salah satu contoh tumbuhan yang kemampuan menyerap CO2-nya sangat besar hingga mencapai ribuan kg/tahun. Sebagaimana diketahui, tumbuhan melakukan fotosistesis untuk membentuk zat makanan atau energi yang dibutuhkan tanaman tersebut. Dalam fotosintesis tersebut tumbuhan menyerap karbondioksida (CO2) dan air yang kemudian di rubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari. Kesemua proses ini berlangsung di klorofil. Kemampuan tanaman sebagai penyerap karbondioksida akan berbeda-beda. Banyak faktor yang mempengaruhi daya serap karbondioksida. Diantaranya ditentukan oleh mutu klorofil. Mutu klorofil ditentukan berdasarkan banyak sedikitnya magnesium yang menjadi inti klorofil. Semakin besar tingkat magnesium, daun akan berwarna hijau gelap. Daya serap karbondioksida sebuah pohon juga ditentukan oleh luas keseluruhan daun, umur daun, dan fase pertumbuhan tanaman. Selain itu, Pohon-pohon yang berbunga dan berbuah memiliki kemampuan fotosintesis yang lebih tinggi sehingga mampu sebagai penyerap karbondioksida yang lebih baik. Faktor lainnya yang ikut menentukan daya serap karbondioksida adalah suhu, dan sinar matahari, ketersediaan air. Trembesi Juara Pohon Penyerap Korbondioksida. Adalah Endes N. Dahlan, seorang dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor yang melakukan penelitian daya serap karbondioksida pada berbagai jenis pohon. Penelitian yang dilakukan pada 2007-2008 memberikan hasil bahwa trembesi (Samanea saman) terbukti menyerap paling banyak karbondioksida. Dalam setahun, trembesi mampu menyerap 28.488,39 kg karbondioksida. Pohon trembesi jayoan penyerap karbondioksida (gambar: alamendah) Selain pohon trembesi, didapat juga berbagai jenis tanaman yang mempunyai kemampuan tinggi sebagai tanaman penyerap karbondioksida (CO2). Pohon-pohon itu diantaranya adalah cassia, kenanga, pingku, beringin, krey payung, matoa, mahoni, dan berbagai jenis tanaman lainnya. Daftar Pohon Penyerap Karbondioksida. Berikut merupakan daftar tanaman yang mempunyai daya serap karbondioksida yang tinggi berdasarkan hasil riset Endes N. Dahlan. (No, nama pohon, nama latin, daya serap). Trembesi, Samanea saman, 28.488,39 kg/tahun Cassia, Cassia sp, 5.295,47 kg/tahun Kenanga, Canangium odoratum, 756,59 kg/tahun Pingku, Dyxoxylum excelsum, 720,49 kg/tahun Beringin, Ficus benyamina, 535,90 kg/tahun Krey payung, Fellicium decipiens, 404,83 kg/tahun Matoa, Pometia pinnata, 329,76 kg/tahun Mahoni, Swettiana mahagoni, 295,73 kg/tahun Saga, Adenanthera pavoniana, 221,18 kg/tahun Bungur, Lagerstroemia speciosa, 160,14 kg/tahun Jati, Tectona grandis, 135,27 kg/tahun Nangka, Arthocarpus heterophyllus, 126,51 kg/tahun Johar, Cassia grandis, 116,25 kg/tahun Sirsak, Annona muricata, 75,29 kg/tahun Puspa, Schima wallichii, 63,31 kg/tahun Akasia, Acacia auriculiformis, 48,68 kg/tahun Flamboyan, Delonix regia, 42,20 kg/tahun Sawo kecik, Maniilkara kauki, 36,19 kg/tahun Tanjung, Mimusops elengi, 34,29 kg/tahun Bunga merak, Caesalpinia pulcherrima, 30,95 kg/tahun Sempur, Dilenia retusa, 24,24 kg/tahun Khaya, Khaya anthotheca, 21,90 kg/tahun Merbau pantai, Intsia bijuga, 19,25 kg/tahun Akasia, Acacia mangium, 15,19 kg/tahun Angsana, Pterocarpus indicus, 11,12 kg/tahun Asam kranji, Pithecelobium dulce, 8,48 kg/tahun Saputangan, Maniltoa grandiflora, 8,26 kg/tahun Dadap merah, Erythrina cristagalli, 4,55 kg/tahun Rambutan, Nephelium lappaceum, 2,19 kg/tahun Asam, Tamarindus indica, 1,49 kg/tahun Kempas, Coompasia excelsa, 0,20 kg/tahun Tumbuhan-tumbuhan tersebut adalah jagoan penyerap karbondioksida berdasarkan riset yang dilakukan oleh Endes N. Dahlan yang dipublish awal 2008. Tidak menutup kemungkinan masih terdapat pohon-pohon lain yang mempunyai kemampuan daya serap karbondioksida yang lebih tinggi. Namun, upaya yang dilakukan Endes N. Dahlan ini patut kita acungi jempol yang membuat kita dapat lebih tepat memilih tanaman yang mempunyai kemampuan ekstra sebagai penyerap karbondioksida dalam upaya mengurangi polusi udara dan mengurangi dampak pemanasan global. Referensi: Sardi Duryatmo. “Para Jagoan Serap Karbondioksida”; Trubus 459, Februari 2008 id.wikipedia.org/wiki/Fotosintesis alamendah.wordpress.com/2009/12/26/pohon-trembesi-ki-hujan-serap-28-ton-co2 Edited by : Elna

Tidak ada komentar: